Artikel

Sepatu Roda DKI Cukup Menjanjikan Di PON Papua

on

JAKARTA : Kendati baru menjalani fase latihan persiapan umum, atlet sepatu roda provinsi DKI Jakarta sudah menunjukkan peningkatan prestasi yang menakjubkan. Hal ini terbukti dari pencapaian prestasi tim ibukota pada gelaran Bekasi Night Race yang berlangsung 22 – 24 Februari lalu di GWIS Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Di ajang tersebut, anak asuh pelatih kepala Faisal Norman berhasil mendulang 3 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Dua medali emas di antaranya diraih dari nomor jarak jauh relay putra dan putri, serta satu medali emas lainnya diraih dari nomor 200 meter putri atas nama Alifia Meidia Namasta atau lebih akrab dipanggil Nasta.

Nasta sendiri pada event tersebut meraih satu set medali lebih. Selain medali emas, ia juga meraih dua medali perak di nomor 500 meter putri dan 1000 meter putri, serta perunggu di nomor 15 km putri.

Norman menilai perkembangan atlet sepatu roda DKI Jakarta sangat menjanjikan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 nanti. Namun hasil lebih spesifik akan dilihat setelah melewati fase latihan khusus pada periode Maret – Mei nanti.

“Rangkaian lomba di Bekasi Night Race sudah menunjukkan peta persaingan untuk PON XX/2020 Papua. Dua daerah yang menjadi competitor serius DKI adalah Jawa Timur dan Jawa Barat. Sekarang Jawa Timur sedikit lebih unggul dari DKI, sementara Jawa Barat setara dengan DKI. Daerah lainnya seperti Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Yogyakarta masih di bawah DKI dan Jabar,” kata Norman.

Bekasi Night Race ini merupakan seri satu dari lima seri yang akan dimainkan menjelang kualifikasi PON. Sedikitnya 40 klub dari 17 provinsi mengirim wakilnya ke ajang tersebut, dimana masing-masing klub menurunkan atlet-atlet yang sedang dipersiapkan untuk PON XX/2020 Papua.

Dikatakan, dominasi atlet DKI di nomor relay masih belum terpatahkan oleh tim lain. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya dua medali emas di nomor ini oleh atlet-atlet DKI baik di bagian putra maupun putri. Sementara untuk jarak pendek dan menengah DKI terus mempertajam catatan waktu atletnya.

Secara periodisasi latihan, kata Norman, hasilnya akan terlihat jelas pada September mendatang pada babak kualifikasi PON. Kualifikasi ini akan berlangsung di International Scating Ring Arena, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Sebelum menuju Babak Kualifikasi ada beberapa program latihan yang harus diselesaikan. Di antaranya try out pertengahan April ke Arena Geisingen International 2019 di Jerman,” tutup Norman. ***

HAK CIPTA © KONI DKI JAKARTA