DKI Capai Target Juara Umum PON XVIII/2012
Tempat kedua ditempati oleh kontingen Jawa Barat 99 emas, 79 perak dan 101 perunggu. Yang lebih mengenaskan adalah mantan juara umum PON 2008, Jawa Timur, terperosok diurutan ketiga dengan raihan 86 emas, 86 perak dan 84 perunggu. Di tempat keempat diisi oleh Jawa Tengah yang meraih 47 emas, 52 perak dan 68 perunggu. Lalu urutan lima di tempati kontingen Kalimantan Timur dengan raihan 44 emas, 45 perak, dan 50 perunggu. Sementara itu, tuan rumah Riau mampu menyodok di urutan keenam dengan 43 emas, 39 perak, dan 51 perunggu.
Atas ketercapaian target itu, Ketua Umum KONI DKI Jakarta Winni Erwindia dan Edi Widodo langsung melakukan jumpa pers kepada insan media. Dalam keterangnya Winny menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mengucapkan kata-kata yang berlebihan selain mengucapkan rasa sukurnya kepada Tuhan Yang Mahas Esa.
“Yang pertama kali saya ucapkan adalah Alhamdulillah. Ini patut saya katakan sabagai rasa syukur saya atas raihan sebagai juara umum PON Riau,” kata Winny kepada wartawan di Posko Kontingen DKI Jakarta, semalam (20/9).
Winny mengaku bahwa target untuk raih emas juara umum PON hanyalah sebuah sasaran agar atlet dan pelatih terus termotivasi. “Selain pencapaian target, motivasi yang kami berikan juga adalah bagaimana atlet dan pelatih terus terpacu untuk bertindak sportif, friendship dan fairplay. “Yang terpenting adalah rasa kebersamaan dengan kontingen lain. Olahraga itu harus fun jangan sampai ada permusuhan. Dan pastinya mampu tercipta pertandingan yang adil,” tuturnya.
Mengenai bonus peraih medali, Winny menerangkan bahwa jumlahnya belum bisa disebutkan. Namun ia mengingatkan bahwa atlet dan pelatih sudah sangat memahami bahwa setiap prestasi akan ada konsekuensinya.
“Kita memberikan motivasi tidak dengan menyebutkan jumlah bonus. Tapi kita tekankan dengan integritas atlet untuk meningkatkan kemampuannya. Dan atlet pun paham akan keberadaan bonus. Selain itu untuk masalah bonus ini kami tidak mau euforia,” tambahnya.
Sementara itu, di hari terakhir pelaksanaan PON, penambahan medali emas untuk DKI Jakarta dipersembahkan di cabang olahraga golf yang mempertandingkan dua nomor foursome mix putra dan putri yang meraih 1 emas dan 1 perunggu dengan atlet Juriah dan Reynaldi, William dan Tatiana. Lalu emas terakhir untuk DKI disumbang oleh tim polo air putra DKI yang mengalahkan tim Sumatra Selatan. (abivi)
DKI Jakarta peroleh medali emas terbanyak di PON XVIII
Pekanbaru - DKI Jakarta dipastikan menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. DKI Jakarta mengumpulkan 110 emas, 101 perak dan 112 perunggu. perolehan medali tersebut sudah tidak mungkin lagi dapat dikejar oleh pesaing terdekat Jawa Barat yang mengoleksi 102 eas, 76 perak dan 101 perunggu. Disela-sela menjelang acara penutupan PON XVIII, Ketua Umum KONI DKI Winny Erwindia mengatakan, "alhamdulillah, itu adalah ucapan yg pertama di lantunkan dengan penuh syukur. Kami sebenarnya tidak berwenang untuk mengumumkan DKI sebagai juara umum, akan tetapi resminya akan diumumkan oleh PB PON. Tapi dilihat dari angka-angka yang ada, DKI telah mengumpulkan emas terbanyak dengan 110 emas, Sedangkan Jabar mengumpulkan 102 emas. Oleh karena itu, DKI lebih unggul dan tidak mungkin terkejar lagi". Emas terakhir dperoleh dr cabang golf dan Polo air Putra. Ketua Kontingen DKI Eddy Widodo mengatakan, "walaupun tidakk memenuhi target, namun kita tetap bisa mengumpulkan medali emas terbanyak dan menjadi juara umum, dan kita tetap mensyukuri itu". Seluruh Kontingen DKI Jakarta telah berjuang semaksimal mungkin untuk meraih pencapaian menjadi Juara Umum pada PON tahun ini. Semoga prestasi ini akan dapat dipertahankan pada PON selanjutnya yang akan diselenggarakan di Jawa Barat. DKI Jakarta di Ambang Juara Umum PON XVIIIThursday, 20 September 2012 06:30
Menjelang Wakil Presiden Boediono menutup pesta olahraga itu Kamis (20/9) malam, masih ada beberapa cabang yang akan menyelesaikan pertandingan, yakni polo air, balap sepeda, catur, golf, dan paralayang. |
DKI JUARA UMUMThursday, 20 September 2012 PEKANBARU– Kontingen DKI Jakarta memastikan diri sebagai juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. Kendati masih menyisakan beberapa pertandingan, capaian DKI tak mungkin terkejar lagi. Dengan tambahan 7 medali emas,3 perak, dan 7 perunggu hingga pukul 17.00 WIB, kemarin,kontingen DKI menahbiskan diri sebagai penguasa PON tahun ini dengan torehan total 107 emas,100 perak,dan 108 perunggu. Jumlah perolehan itu tak mungkin terkejar lagi oleh para rival DKI,seperti Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) yang terus menguntit di posisi kedua dan ketiga. Jabar sempat mengancam determinasi kontingen Ibu Kota dengan torehan 100 emas,77 perak,dan 102 perunggu.Sementara Jatim gagal mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan karena hanya mendapatkan 86 emas,87 perak,dan 82 perunggu. Tambahan medali untuk kontingen DKI,kemarin, dipersembahkan cabang bridge nomor beregu putra. Pasangan Robert P Tobing- Taufik G Asbi,Leslie Gontha-Memed Hendrawan,dan Franky Karwur-Jemmy Bojoh secara keseluruhan memimpin dengan perolehan 187-161 international match point (IMP). Hasil itu membuat mereka berhak atas medali emas setelah menyudahi perlawanan pasangan Jabar. Emas tambahan diraih tim bisbol DKI setelah mengalahkan Lampung dengan skor 15-4 di Stadion Utama Panam,Pekanbaru, kemarin.Kemenangan itu bukan saja mempertahankan emas PON 2008,sekaligus menobatkan DKI sebagai kontingen paling dominan di cabang tersebut. Cabang tenis tak mau ketinggalan setelah Aldila Sutjiadi mempersembahkan emas di nomor tunggal putri. DKI terus menggenjot perolehan medali emas melalui cabang renang indah. Dua emas tambahan lainnya dipersembahkan melalui cabang aerosport atau terbang layang dan biliar. Dari cabang bulu tangkis,DKI juga membawa pulang dua medali emas melalui Bellatrix Manuputty yang sukses mengalahkan Aprilia Yuswandari (Jatim) 21-15 dan 21- 19 pada final tunggal putri. Kemenangan itu merupakan prestasi pertamanya meraih emas di ajang PON. Sedangkan,Maria Febe (Jateng) dan Hera Desi Ana (Jabar) berbagi perunggu di nomor tersebut. Penampilan Bella,sapaan Bellatrix,memang mendominasi di pertandingan tersebut, kendati dia mengaku tak mudah menghadapi lawan hingga memastikan juara. Apalagi,dia sempat keram di bagian kaki saat tampil di set kedua menghadapi Aprilia. “Saya main seperti biasa,soalnya saya sudah pernah bertemu dengannya.Kami sama-sama tegang saat tampil di final.Tapi, saya main lebih sabar dan tenang.Saya pun lebih berani meladeni serangannya.Jadi, saya siap ketika menerima serangannya.Ini merupakan pertama kalinya saya dapat emas.Medali ini saya persembahkan untuk orang tua saya,”kata Bella. Sebelumnya,emas dipersembahkan ganda putri DKI,Nitya Krishinda/Pia Zebadiah.Mereka berhak atas emas setelah mengalahkan duet Jabar,Devi Tika Permatasari/Komala Dewi,21-23,21-16,21- 14.Prestasi itu merupakan hasil yang cukup bagus untuk tim DKI yang mampu memberikan dua medali emas. Bahkan,Pelatih Bulu Tangkis DKI Joko Supriyanto yang setia mendampingi Bella di pinggir lapangan gembira menyambut keberhasilan anak didiknya.Meski terburuburu mengejar pesawat untuk kembali ke Jakarta karena terkait pilkada hari ini, Djoko hanya menyatakan selamat untuk Bella atas keberhasilannya memberikan emas untuk DKI. “Walaupun perjuangannya merangkak,kami berhasil emas,”kata Joko. DKI sebenarnya berpeluang menambah medali emas pada ganda putra.Namun, kesempatan dari pasangan Agripinna Prima Rahmanto/Markus Fernaldi digagalkan pasangan kuat asal Jateng, Tontowi Ahmad/Muhammad Ahsan, dengan skor 21-17,18-21,9-21.Meski demikian,DKI cukup puas mencapai 2 emas,1 perak,dan 1 perunggu pada laga terakhir bulu tangkis PON kemarin. Sementara itu,Ketua Umum KONI DKI Wenny Erwindia sangat bangga menyaksikan perjuangan para atletnya di PON tahun ini. Hasil itu membuktikan bahwa kontingen DKI tak menyerah,meski sempat tertinggal perolehan medali dari Jabar. Menurut Wenny,persaingan memperebutkan status juara umum PON tahun ini memang sangat ketat.Terlebih,Jabar dan Jatim sangat antusias menjungkalkan dominasi kontingen Ibu Kota.Namun, berkat perjuangan panjang yang dilakukan seluruh pemain, pelatih,ataupun tim pelatih, DKI kini bisa tersenyum. “Kami pasti mensyukuri keberhasilan ini,meski ada beberapa pertandingan yang masih dijalani.Secara hitunganhitungan peluang,kami tak mungkin lagi dikejar kontestan lain,”pungkas Wenny, kemarin. Dengan hasil ini,DKI Jakarta mampu menebus kegagalan empat tahun lalu di PON XVII/2008 Kaltim yang hanya menjadi runner-up.Saat itu,tim Ibu Kota meraih 119 medali emas,117 perak,dan 122 perunggu.DKI masih terpaut 20 medali emas dari juara umum Jawa Timur yang menorehkan 139 emas,113 perak,dan 111 perunggu. ●edi yuli/raikul amar DKI Jakarta Juara Umum Cabang BridgeThursday, 20 September 2012 04:22
Pekanbaru - DKI Jakarta merebut posisi sebagai juara umum cabang bridge PON XVIII yang digelar di Pekanbaru, Riau. Dari lima nomor yang dipertandingkan, kontingen ibu kota merebut dua medali emas, satu perak dan satu perunggu, mengungguli kontingen Sulawesi Utara (Sulut) yang mengoleksi dua medali emas dan satu perunggu. |
|
Menuju PON XVIII RIAU 2012
09.09.2012 00:00
-256
Days
|
Menuju Olimpiade London 2012
07.27.2012 00:00
-300
Days
|
Weather in Jakarta Indonesia



Twitter : @koni_dki
www.dkipon2012.com
















